we're

we're

Sabtu, 22 Juni 2013

Terapi Modalitas: Terapi Lingkungan

TERAPI LINGKUNGAN (MILIEU THERAPY)


PREFACE….
            Lingkungan dan situasi RS yang asing serta pengalaman perawatan yang tidak menyenangkan akan memberi pengaruh yang besar terhadap kemampuan adaptasi pasien dengan gangguan fisik dan gangguan mental. Lingkungan tersebut juga akan berpengaruh pula pada proses keperawatan di RS, dan inilah yang akan menentukan keberhasilan perawatan dan pengobatan.
            Pasien gangguan mental seringkali mendapat isolasi sosial, diasingkan lingkungannya, terbuang dari keluarganya, dan mendapat perlakuan fisik yang kurang manusiawi, sehingga perlu adanya upaya-upaya dalam memodifikasi lingkungan. Karena menurut hasil penelitian Bloom menyatakan bahwa lingkungan memberikan kontribusi sebesar 60 % dalam menentukan status kesehatan seseorang.
            Menurut teori keperawatan lingkungan yang dikemukan oleh Florence Nightingale meyakini bahwa udara yang bersih, sinar matahari yang cukup, serta lingkungan yang bersih merupaka aspek penting untuk pemulihan kesembuhan seseorang.

Definisi :
*      Milieu terapi adalah suatu manipulasi ilmiah pada lingkungan yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan pada perilaku pasien dan untuk mengembangkan ketrampilan emosional dan sosial (Stuart-sundeen,1991)
*      Lingkungan merupakan kondisi dimana berpengaruh besar terhadap proses penyembuhan terutama pasien dengan gangguan jiwa. Terapi lingkungan adalah suatu tindakan penyembuhan pasien gangguan jiwa melalui manipulasi unsur yang ada di lingkungan dan berpengaruh terhadap proses penyembuhan

Tujuan terapi lingkungan :
à Membantu individu untuk mengembangkan rasa harga diri, kemampuan berhubungan dengan orang lain, membantu belajar mempercayai orang lain.
à Mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dan mencapai perubahan kesehatan yang positif

Karakteristik terapi lingkungan :
  Pasien merasa akrab dengan lingkungan yang diharapkannya
  Pasien merasa senang/nyaman dan tidak merasa takut di lingkungannya
  Kebutuhan-kebutuhan fisik pasien mudah dipenuhi
  Lingkungan RS yang bersih
  Lingkungan menciptakan rasa aman dari terjadinya luka akibat impuls-impuls pasien
  Personal dari lingkungan RS menghargai pasien sebagai individu yang memiliki hak, kebutuhan dan pendapat serta menerima perilaku pasien sebagai respon adanya stres.
  Lingkungan memberikan kesempatan kepada pasien untuk menentukan pilihannya dan membentuk perilaku yang baru.
  Memudahkan perhatian terhadap apa yang terjadi pada individu dan kelompok selama 24 jam
  Staf membagi tanggungjawab bersama pasien

Setting terapi lingkungan :
Bentuk dan struktur bangunan
Pola interaksi antara masyarakat dengan RS

Tiga aspek yang mempengaruhi terwujudnya lingkungan fisik yang terapeutik :
  1. Lingkungan Fisik tetap
    • Lokasi dan letak gedung sesuai dengan program pelayanan kesehatan jiwa.s/ berada di tengah-tengah pemukiman penduduk atau masyarakat dan tidak diberi pagar yang tinggi
    • Penataan struktur sesuai keadaan rumah tinggal, s/ ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi tertutup, WC, ruang nonton TV dan ruang makan. Ruang tersebut masing-masing diberi nama dengan tujuan untuk memberikan stimulasi pada pasien khususnya yang mengalami gangguan mental. Merangsang memori dan mencegah disorientasi ruangan.
    • Setiap ruangan harus dilengkapi dengan jadual kegiatan harian, jadual terapi aktifitas kelompok, jadual kunjungan keluarga, dan jadual kegiatan khusus s/ rapat ruangan.
  2. Lingkungan fisik semi tetap
Fasilitas berupa alat kerumahtanggaan yang meliputi lemari, kursi, meja , peralatan makan, mandi dan sebagainya.Semua peralatan diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan pasien bebas berhubungan satu dengan lainnya serta menjaga privasi pasien.
  1. lingkungan fisik tidak tetap
Lebih ditekankan pada jarak hubungan interpersonal individu serta sangat dipengaruhi oleh sosial budaya.

Lingkungan psikososial
*       Lingkungan yang kondusif yaitu fleksibel dan dinamis yang memungkinkan pasien berhubungan dengan orang lain dan dapat mengambil keputusan serta toleransi terhadap tekanan eksternal.
*       Tingkah laku dikomunikasikan dengan jelas untuk mempertahankan mengubah tingkat laku pasien.
*       Penerimaan dan pemeliharaan tingkah laku pasien tergantung dari tingkah laku petugas kesehatan dan keterlibatan pasien dalam kegiatan belajar.
*       Perubahan tingkah laku pasien tergantung pada perasaan pasien sebagai anggota kelompok dan pasien dapat mengikuti kegiatan
*       Mempertahankan kontak dengan lingkungan, m/ jam dinding berbunyi, kalender harian, adanya nama-nama tempat, papan nama dan tanda pengenal bagi petugas kesehatan.
*       Kegiatan sehari-hari mendorong interaksi antara pasien.

Peran perawat dalam terapi lingkungan
a)      Menciptakan dan mempertahankan suasana yang akrab, menyenangkan, saling menghargai diantara petugas kesehatan-perawat-pasien.
b)      Menciptakan suasana yang aman dari benda-benda atau keadaan yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan/luka baik pada perawat maupun pasien.
c)      Mengatur tatanan ruangan seperti di rumah, dimana pasien betah dan dapat menjalankan kegiatan sehari-hari sesuai yang dibutuhkan oleh pasien.
d)     Pasien diminta untuk berpartisipasi melakukan kegiatan bagi dirinya dan orang lain seperti yang biasa dilakukan di rumahnya.m/mencuci piring, pakaian, merapikan tempat tidur, dsb.
e)      Membantu klien dalam proses sosialisasi
f)       Sebagai teknisi perawatan.m/memberikan obat-obatan, mengamati efek obat, mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul dalam terapi tersebut.
g)      Sebagai leader atau pengelola dalam pelaksanaan terapi lingkungan.

 Jenis-jenis kegiatan terapi lingkungan :
«  Terapi rekreasi
Yaitu terapi yang menggunakan salah satu kegiatan yang dilakukan pada waktu luang, dengan tujuan pasien dapat melakukan kegiatan secara konstruktif dan menyenagkan serta mengembangkan hubungan sosial.
«  Terapi kreasi seni ( dance terapi, terapi musik, terapi dengan melukis, biblioterapi)
Perawat bekerja sama dengan orang lain yang ahli di bidangnya karena harus sesuai dengan bakat dan minat.
«  Pet therapy
Sarana yang digunakan dalam terapi ini adalah binatang yang dapat memberi respon menyenangkan kepada pasien, sering digunakan pada anak dengan autistik.
«  Plant therapy
Menanam tumbuh-tumbuhan mulai dari biji sampai menjadi buah atau bunga. Mengajarkan pasien untuk memelihara makhluk hidup dengan kasih sayang.

Contoh setting terapi lingkungan pada pasien depresi, bunuh diri, harga diri rendah :
*     Ruangan nyaman dan aman
*     Terhindar dari alat-alat untuk mencederai diris endiri maupun orang lain.
*     Alat-alat medis, obat-obatan dan jenis cairan medis di lemari dalam keadaan terkunci
*     Ruangan ada di lantai satu, dan mudah dipantau oleh petugas.
*     Tata ruang menarik, m/ ada poster yang cerah,warna dinding cerah, ada bacaan yang ringan, lucu dan memotifasi hidup
*     Hadirkan musik ceria, tv dan film komedi
*     Adanya lemari khusus untuk menyimpan barang-barang pribadi pasien
*     Menyapa pasien sesering mungkin, memberi penjelasan setiap akan melakukan tindakan perawatan, menerima pasien apa adanya jangan mengejek serta merendahkan, meningkatkan harga diri pasien, sertakan keluarga dalam rencana asuhan keperawatan, jangan membiarkan pasien sendiri terlalu lama di ruangan (lingkungan psikososial).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar